Manusia memang dianugerahi sebuah rasa penasaran, namun rasa penasaran itu makin hilang seiring bertambahnya waktu. Jadi bisa dibilang bhawa rasa penasaran berbanding terbalik dengan umur, lihat saja ketika kita kecil dulu kita kerap kali bertanya akan banyak hal dan mencoba menuntaskan apa yang kita pertanyakan, namun seiiring berjalannya waktu kita mulai takut untuk mencoba, takut membuktikan semua keganjilan dan kejanggalan itu, hanya karena kita takut terhadap resikonya. Bukankah smeua hal memang selalu ada resikonya? Tinggal bagaimana kita mencari yang sedikit berdampak buruk dan banyak berdampak baiknya saja. Walau bagaimanapun tidak dapat dipungkiri rasa penasaran itu memang tidak pernah hilang. Begitu juga rasa penasaranku terhadap seseorang yang tidak kukenal, ia punya nama yang sama dengan seseorang lagi yang sudah meninggal. Awalnya aku kaget melihat sebuah akun jejaring sosial yang menampilkan nama dan aktivitasnya yang update sekali. Aku hanya bingung dan curiga, sehingga aku menanyakan hal tersebut ke orang yang lebih tahu meski aku saat itu tak begitu dekat dengannya. Kejadian itu sudah memasuki tahun ketiga, tapi aku masih mengingatnya. Ketika aku dan partnerku sibuk menduga siapa orang itu sebelum akhirnya kami menanyakan ke orang yang lebih tahu itu. Ternyata dia dan orang yang kami duga adalah dua orang yang berbeda. Aku tak pernah lagi mengungkit kejadian itu sampai di tahun 2011, seringkali namanya muncul di laman depan sebuah akunku. Awalnya aku hanya lihat - lihat saja, seperi aku melihat yang lainnya. Tapi entah sejak kapan aku mulai sering bertindak lebih jauh, aku -yang biasanya tak peduli pada orang, terlebih jika aku tak mengenalnya- mulai ngepoin dia. Entahlah, penasaran aja. Seiring waktu aku mengetahui bahwa dia seseorang yang telah dewasa dan dia MELANKOLIS. Kenyataan yang aku tidak tahu harus senang atau takut. Senang karena dia sang melankolis yang sering kuperhatikan, atau takut jika aku lebih dari sekedar kepo (read: ngecengin)
Bermula dari penasaran itulah aku juga sampai lupa bahwa di akun itu namaku bisa saja terlihat di list teratas orang yang sering membuka akunnya. Aku melupakan hal itu. okeee, berhentilah mencampuri dan mengurusi kegiatan orang lain!
No comments:
Post a Comment