Karena ketemu website orang – orang, aku jadi
sering berkunjung ke blog atau tumblr mereka, mencari hal positif yang
bermanfaat buatku. Dan dari banyaknya blog yang kukunjungi, sepertinya Cuma aku
yang tukang galau di blog.
Hampir semua blog yang kubaca memuat
artikel - artikel yang bermafaat dan itu
membuatku malu, bermafaat disini adalah seperti ’10 tips move on’, ‘tentang
euro 2012’, ‘apa itu bla bla’, heeeey aku jadi beneran malu, isi blog ku hampir
rata – rata curhatan ga penting, dan Cuma kata – kata dimana aku
mengekspresikan diri. Mana ada artikel kayak begituan dan tentunya kasian
sekali orang – orang yang ga dapet ilmu setelah berkunjung ke blog ku *itu pun
jika ada yang mau berkunjung kesana*
Tapi setelah berkunjung ke banyak blog itu,
kau jadi mau membuat sesuatu yang (kuharap) ‘bermanfaat’, yah mungkin ga bakal
kayak artikel, dan ga akan panjang – panjang dnegan bahasa baku dimana – mana.
Aku mau sedikit berbagi tentang ciri – ciri
orang melankolis, sebenernya sifat dasarku bukan melankolis, aku orang koleris
yang sedikit melankolis dan sering banget naksirnya sama orang melankolis.
Sebenernya pengetahuan ini udah banyak dibagi
– bagi sama semua orang, juga sudah banyak yang tahu bahkan mungkin lebih tahu
daripada aku, disini aku ga akan nyeritain orangmelankolis dari ciri – ciri
umumnya, karena sebenernya itu bisa dibaca dari buku 4 tipe kepribadian atau
bisa juga ikut pasis jika mau dibahas tuntas tentang itu.
Aku Cuma mau menceritakannya dari pengalaman
yang aku alami, dari mengamati kebiasaan – kebiasaan kecil orang melankolis.
Aku banyak kenal dengan melankolis, juga
kepribadian – kepribadian lain sebenernya, aku sudah lumayan bisa menebak sifat
seseorang bahkan hanya dari cara berpakaian dan sorot matanya. Itu juga kudapat
dari pasis, karena selain dijelaskan dnegan teori aku benar – benar blajar
praktiknya secara langsung baik didalam sana, maupun yang kuterapkan di luaran
sana. Itu jugalah mengapa anak pasis gemar jadi psikolog (angkatan aku aja
deng), juga mengapa teman – temanku kerap kali menayrankan aku menjadi
psikolog, meskipun pada akhirnya aku memilih menjadi dokter gigi.
Oke, kita mulai dari cara berpakaian mereka,
ga seperti orang sanguin yang pake baju mencolok, atau orang phlegmatis yang
pake baju ‘seadanya’, juga ga speerti orang koleris yang make baju ‘gimana
diperluinnya;, orang melankolis sangat rapih dalam berpakaian, bahkan untuk
memilih pakaian itu, dia bisa sudah merencanakan seminggu sebelum acara itu
diselenggarakan, ia jjuga akan menstrika rapih pakaiannya, tak ada lecek –
lecek, lipatan apalagi noda di bajunya. Oh ya, dia juga paling anti pake baju
ga matching, dia selalu memperhatikan estetika, bahkan bukan hanya estetika
berpakaian. Orang melankolis yang selalu cinta kerapihan.
Kemudian dari sorot mata, (ini bagian yang aku
suka), mereka menatap dengan tatapan sendu, tatapan yang selalu membuat kita
menjawab setiap pertanyaannya, tak ada binar – binar polos lucu seperti orang
sangiuin, juga tatapan datar seperti orang phlegmatis, apalagi sampai tatapan
tajam mengintimidasi seperti orang koleris. Tapi tatapan sendu juga mempesona
itu membuat orang mampu luluh dengan hanya melihat ia menatapnya.
Bukan itu saja yang mempesonakan orang
melankolis, cara jalannya, cara berfikirnya, cara dia melakukan sesuatu yang
selalu gterjadwal membuatnya terlihat lucu kalau ia sudah frustasi dengan
jadwal yang dihancurkan orang lain.
Dari segi sms, orang melankolis kerap kali
membuat 2 atau beberapa titik dibelakangnya loh, juga kerap kali membuat emot
seadanya, emot palsu. Yang kerap kali berlawanan dengan apa yang ia rasakan.
Dari segi pembicaraan, mereka terlalu serius
kawan. Terkadang tak ada humor, yang ada hanya deretan kata baku yang
ditampilkan didpean umum. Meski sebenarnya (mungkin) mereka punya catatan
tersenidir tentang curahan hatinya dengan kalimat yang benar – benar dari hati
mereka.
Dari sikap, mereka manis sekali, meski
cenderung pendiam dan tidak menyenangkan. Ia selalu bersikap sesuai hatinya,
dan pastinya memperhatikan etika dan estetika.
Dari ilmu, mereka punya bannyak ilmu yang tak
ada habisnya untuk digali, mereka cenderung suka membaca.
Oh ya, sikap mempesona lainnya, mereka orang
yang susah sekali move on, mereka setia sekali.
Mereka juga pengamat yang baik, meski tidak
bisa menyampaikannya dnegan baik. Bahkan mereka bisa saja loh mengkritik kita
dalam hati.
Pribadi perfeksionis yang menakjubkan dnegan
kemisteriusannya, yang memikat dengan tatapan dan gerak – geriknya.
postingan nemu di lepi, 2012
No comments:
Post a Comment