Wednesday, January 30, 2013

Melankolis


Karena ketemu website orang – orang, aku jadi sering berkunjung ke blog atau tumblr mereka, mencari hal positif yang bermanfaat buatku. Dan dari banyaknya blog yang kukunjungi, sepertinya Cuma aku yang tukang galau di blog.
Hampir semua blog yang kubaca memuat artikel  - artikel yang bermafaat dan itu membuatku malu, bermafaat disini adalah seperti ’10 tips move on’, ‘tentang euro 2012’, ‘apa itu bla bla’, heeeey aku jadi beneran malu, isi blog ku hampir rata – rata curhatan ga penting, dan Cuma kata – kata dimana aku mengekspresikan diri. Mana ada artikel kayak begituan dan tentunya kasian sekali orang – orang yang ga dapet ilmu setelah berkunjung ke blog ku *itu pun jika ada yang mau berkunjung kesana*
Tapi setelah berkunjung ke banyak blog itu, kau jadi mau membuat sesuatu yang (kuharap) ‘bermanfaat’, yah mungkin ga bakal kayak artikel, dan ga akan panjang – panjang dnegan bahasa baku dimana – mana.
Aku mau sedikit berbagi tentang ciri – ciri orang melankolis, sebenernya sifat dasarku bukan melankolis, aku orang koleris yang sedikit melankolis dan sering banget naksirnya sama orang melankolis.
Sebenernya pengetahuan ini udah banyak dibagi – bagi sama semua orang, juga sudah banyak yang tahu bahkan mungkin lebih tahu daripada aku, disini aku ga akan nyeritain orangmelankolis dari ciri – ciri umumnya, karena sebenernya itu bisa dibaca dari buku 4 tipe kepribadian atau bisa juga ikut pasis jika mau dibahas tuntas tentang itu.
Aku Cuma mau menceritakannya dari pengalaman yang aku alami, dari mengamati kebiasaan – kebiasaan kecil orang melankolis.
Aku banyak kenal dengan melankolis, juga kepribadian – kepribadian lain sebenernya, aku sudah lumayan bisa menebak sifat seseorang bahkan hanya dari cara berpakaian dan sorot matanya. Itu juga kudapat dari pasis, karena selain dijelaskan dnegan teori aku benar – benar blajar praktiknya secara langsung baik didalam sana, maupun yang kuterapkan di luaran sana. Itu jugalah mengapa anak pasis gemar jadi psikolog (angkatan aku aja deng), juga mengapa teman – temanku kerap kali menayrankan aku menjadi psikolog, meskipun pada akhirnya aku memilih menjadi dokter gigi.
Oke, kita mulai dari cara berpakaian mereka, ga seperti orang sanguin yang pake baju mencolok, atau orang phlegmatis yang pake baju ‘seadanya’, juga ga speerti orang koleris yang make baju ‘gimana diperluinnya;, orang melankolis sangat rapih dalam berpakaian, bahkan untuk memilih pakaian itu, dia bisa sudah merencanakan seminggu sebelum acara itu diselenggarakan, ia jjuga akan menstrika rapih pakaiannya, tak ada lecek – lecek, lipatan apalagi noda di bajunya. Oh ya, dia juga paling anti pake baju ga matching, dia selalu memperhatikan estetika, bahkan bukan hanya estetika berpakaian. Orang melankolis yang selalu cinta kerapihan.
Kemudian dari sorot mata, (ini bagian yang aku suka), mereka menatap dengan tatapan sendu, tatapan yang selalu membuat kita menjawab setiap pertanyaannya, tak ada binar – binar polos lucu seperti orang sangiuin, juga tatapan datar seperti orang phlegmatis, apalagi sampai tatapan tajam mengintimidasi seperti orang koleris. Tapi tatapan sendu juga mempesona itu membuat orang mampu luluh dengan hanya melihat ia menatapnya.
Bukan itu saja yang mempesonakan orang melankolis, cara jalannya, cara berfikirnya, cara dia melakukan sesuatu yang selalu gterjadwal membuatnya terlihat lucu kalau ia sudah frustasi dengan jadwal yang dihancurkan orang lain.
Dari segi sms, orang melankolis kerap kali membuat 2 atau beberapa titik dibelakangnya loh, juga kerap kali membuat emot seadanya, emot palsu. Yang kerap kali berlawanan dengan apa yang ia rasakan.
Dari segi pembicaraan, mereka terlalu serius kawan. Terkadang tak ada humor, yang ada hanya deretan kata baku yang ditampilkan didpean umum. Meski sebenarnya (mungkin) mereka punya catatan tersenidir tentang curahan hatinya dengan kalimat yang benar – benar dari hati mereka.
Dari sikap, mereka manis sekali, meski cenderung pendiam dan tidak menyenangkan. Ia selalu bersikap sesuai hatinya, dan pastinya memperhatikan etika dan estetika.
Dari ilmu, mereka punya bannyak ilmu yang tak ada habisnya untuk digali, mereka cenderung suka membaca.
Oh ya, sikap mempesona lainnya, mereka orang yang susah sekali move on, mereka setia sekali.
Mereka juga pengamat yang baik, meski tidak bisa menyampaikannya dnegan baik. Bahkan mereka bisa saja loh mengkritik kita dalam hati.
Pribadi perfeksionis yang menakjubkan dnegan kemisteriusannya, yang memikat dengan tatapan dan gerak – geriknya.


postingan nemu di lepi, 2012

No comments:

Post a Comment