Wednesday, January 30, 2013

kertapati

Aku bersandar disebuah kaca yang tak bisa dibilang bening, namun cukup bersih untuk membuatku nyaman meletakkan kepalaku yang penuh dengan banyak pikiran. Aku sedang berfikir, tentang banyak hal. Perjalananku yang baru setengah jam ini telah memberikan waktu untuk aku berfikir hal macam macam.
Ini perjalanan kali kedua ku ke kota palembang, yang nantinya akan ada perjalanan perjalanan selanjutnya.
Sungguh, dulu aku tak pernah berfikir untuk menuntut ilmu disini bahkan harus kembali naik kereta ke arah utara rumahku.
Namun, kegagalan pilihan pertamaku, membuatku mengubur angan menuntut ilmu di kota gudeg, juga harus menunda pembelajaran bahasa ibuku.
Baru saja aku berbincang via hp dengan calon kakak tingkatku. Pembicaran itulah yang membuatku makin tak bisa tidur bahkan ditengah kereta yang nyaman dan udara sejuk diatas kepala.
Rasa kecewa dan menyesal itu kembali timbul, tak bisa dicegah.
Aku membayangkan jogja, bahkan diperjalananku menuju palembang.
Aku tak tahu, selama beberapa hari yang lalu aku sudah memompa semangat diri sendiri juga mengoptimiskan hati bahwa dimana saja pasti terbaik.
Tapi entahlah, aku hanya butuh waktu untuk mencintai takdir baru ku.
Aku sungguh yakin, bahwa inilah yang terbaik.
Bahwa Allah selalu tempatkan hambanya di tempat yang pantas.
Aku kembali mengingat petuah seseorang tentang bukan dimana sawahnya tapi siapa petaninya, itu motivasi ku saat ini.
Tapi entahlah, aku bahkan masih bisa menangis kini. Menangis bahkan ketika aku kembali berfikir, tentang masa masa beberapa bulan ini.
Ya, penyesalan itu ada.
Tapi aku tak membiarkan air mata itu jatuh, bukankah semua tempat sama saja? Berusahalah hingga kita berhasil, dimanapun tempatnya.
Aku kembali melihat keluar jendela yang gelap. Ya, ini sudah malam.
Dan aku tatkala benci ketika aku tidak bisa tidur diwaktu malam. Karena aku akan berfikir banyak hal.
Sibuk menegatifkan hidup yang sebenarnya sangat indah untuk disyukuri.
Kereta yang tadi selama beberapa menit sempat berhenti, kini mulai berjalan, dan mempercepat lajunya. Begitulah seharusnya aku memandang hidupku kini, pemberhentian tadi hanya boleh memberikanku kesempatan untuk berfikir, bahwa kemarin aku sungguh kecil untuk mimpi yang besar, dan pelan pelan aku harus membuka hati, mata dan pikiranku tentang apa yang sudah ada di depan mata. Tentang masa depanku. Aku harus berlari kencang, meninggalkan semua rasa kekecawan, mendatangi petualangan baru. Mengukir kisah seru. Mencapai mimpi.
Welcome palembang, I'm ready to fight !

repost dari memopad di hape

No comments:

Post a Comment