Wednesday, January 30, 2013

KAPUR VS SUSAN


Seperti biasa, menjadi sebuah agenda untuk kumpul bareng rekan seangkatan, sehingganya untuk pergi kesana aku akan pergi bersama susan. Menghabiskan lebih dari satu jam perjalanan pulang pergi untuk ngobrol banyak hal, yang bahkan terkadang tak cukup hingga harus berhenti sejenak untuk istirhat atau membeli makanan guna menceritakan banyak hal.
Daaaan, kebiasaan itu kembali terlaksana, dengan adanya cerita - cerita baru yang tak kami jalani bersama tapi bisa kami bagi. Yah, meskipun aku tak mengenal siapa bahkan tak pernah melihat seseorang yang dia ceritakan (begitu juga dia dengan ceritaku) tapi kami cukup memahami akan cerita masing2, seolah aku dan dia ikut dalam cerita2 tersebut bersama.
Maka mengalirlah cerita tentang kapur, semua kuceritakan tanpa sensor juga lengkap dengan detail2nya, maaf kawan yang lain, untuk tidak menceritakan dengan cara yang sama kepada kalian. Itu karena susan punya waktu lebih banyak untuk mendengarkan cerita (gak penting)ku. Satu hal yang paling membekas dari panjangnya cerita aku tentang kapur adalah respon susan yang mengatakan,
Susan: 'daritadi lo ngebahas kakak ini tanpa pernah mengaitkan lagi dengan bakwan basi, ga pernah lo bandingin bahkan lo kait2in lagi.'
aku: 'iya juga ya san?'
Susan:'iya, dulu waktu ngeceng2 orang2 pasti ujungnya ga sama kayak bakwan basi, mending bakwan basi dan yang kayak gitu2 lah'
Dan aku tertegun, yap benar sekali. Aku jatuh kembali dengan cara yang berbeda, aku melihat kapur sebagai dia seorang kapur. Tak pernah kukaitkan dengan bakwan basi lagi. Dan saat itu juga, I am totally move on.
Susan:'yang lo keluhin dari kapur adalah dia ga seintens bakwan basi dalam hal ngehubungin lo. Selebihnya ga ada yang dibandingin'
Aku:'iya ya? it means I am totally move on' *nyengir*
Oh God, thanks for this feeling, tapi kenapa musti gini jalan ceritanya? Hiks

No comments:

Post a Comment