hooooooooooooooy, watsap blogie? kangen aku gaaaa? aku lagi sering liat angka kembar (yang kata orang-orang berarti ada yang kangen haha) bukan kamu ya yang kangen? huuu oke bukan. Mama Papa Adek geh yang kangen akuuuu :p
It took so long time yaaaa? Banyak hal yang ingin aku bagi, tentang kuliah, tentang banyaknya masalah, tentang palembang dan lampung, tentang teman - teman, dan juga tentang hati. Dia yang sebelum menyimpan semuanya dalam diam, dia yang sebelumnya stuck pada satu orang, dia yang belakangan ini menyepi disinggasananya dengan sapaan tanpa mau menyapa, dia yang sudah merelakan dan sepi tanpa pemiliknya, iya dia yang itu menemukan sesuatunya. Menimbulkan senyum lama yang sudah lama ia rindukan, sesekali sih, tak mengapa. haha. Tapi ternyata sejarah terulang blogie! mungkin karena jatuhnya dengan cara yang sama, ternnyata tokohnya punya kesamaan dengan tokoh sebelumnya. haha, baik dengan semua orang :) sudah sudah lupakan, ingetin aku untuk ga mikir lebih jauh ya blogie, ingetin aku untuk ga buat - buat asumsi lagi. Ingetin aku untuk menghentikan semuanya sebelum terlalu jauh.
Blogieeeee, ada info! entah penting atau ga ya ini, anak smanda rame loh yang terima undangan, stei itb, fti, fk unpad, ui, aaaak banyak deh, ga bisa kusebutin satu - satu. kadang aku mikir betapa beruntungnya angkatan taun ini dnegan kuota yang begitu banyak pada snmptn undangan, jadi bisa masuk ptn kece lewat nilai rapt. Huaaaaa *elus2 dada* semua orang punya rejeki masing2. Ga ada yang bisa jamin nasib seseorang selain yang di Atas. ikhlas aaak. kayak lu udah sip aja sih nggi? -____- PTN itu bukan akhir kehidupan, kadang alasan aku masih mau nyoba lagi itu bukan tentang nama besarnya, bukan tentang ntar ijazahku lambangnya apa, tapi tentang kehidupan. perlakuan sosial. ah sulit dijelaskan gitu deeeeeh. okeeee, aafin aku yang random ya.
aku ga punya kata-kata sip, asal kamu tau aja, ini aku sebenernya lagi gatau mikir apa
on the other hand
Space for telling the truth, being a child, looks a weak, achieving the dreams, sharing the experiences, learning from the faults, and remembering you
Tuesday, May 28, 2013
Wednesday, January 30, 2013
yoyoy
Sekian dulu ya my B, mohon maaf untuk beberapa cerita yang tidak tersampaikan dan tidak bisa disampaikan, yah meskipun aku tau banyak orang yang ga tau alamat blogku, tapi tetep aja kan, ini blog. Siapapun bisa nyasar, ga enak aja yang dibagi - baginya yang negatif suret. Curhatan galau aja wkwkwkwk.
Dan beberapa memang sengaja ga aku ceritain, oh ya, aku punya cerpen baru loh. tapi biarlah konsumsi sendiri dulu yaaa :p
Dan beberapa memang sengaja ga aku ceritain, oh ya, aku punya cerpen baru loh. tapi biarlah konsumsi sendiri dulu yaaa :p
KAPUR VS SUSAN
Seperti biasa,
menjadi sebuah agenda untuk kumpul bareng rekan seangkatan, sehingganya untuk
pergi kesana aku akan pergi bersama susan. Menghabiskan lebih dari satu jam
perjalanan pulang pergi untuk ngobrol banyak hal, yang bahkan terkadang tak
cukup hingga harus berhenti sejenak untuk istirhat atau membeli makanan guna
menceritakan banyak hal.
Daaaan,
kebiasaan itu kembali terlaksana, dengan adanya cerita - cerita baru yang tak
kami jalani bersama tapi bisa kami bagi. Yah, meskipun aku tak mengenal siapa bahkan
tak pernah melihat seseorang yang dia ceritakan (begitu juga dia dengan
ceritaku) tapi kami cukup memahami akan cerita masing2, seolah aku dan dia ikut
dalam cerita2 tersebut bersama.
Maka mengalirlah
cerita tentang kapur, semua kuceritakan tanpa sensor juga lengkap dengan
detail2nya, maaf kawan yang lain, untuk tidak menceritakan dengan cara yang
sama kepada kalian. Itu karena susan punya waktu lebih banyak untuk
mendengarkan cerita (gak penting)ku. Satu hal yang paling membekas dari
panjangnya cerita aku tentang kapur adalah respon susan yang mengatakan,
Susan: 'daritadi
lo ngebahas kakak ini tanpa pernah mengaitkan lagi dengan bakwan basi, ga
pernah lo bandingin bahkan lo kait2in lagi.'
aku: 'iya juga
ya san?'
Susan:'iya, dulu
waktu ngeceng2 orang2 pasti ujungnya ga sama kayak bakwan basi, mending bakwan
basi dan yang kayak gitu2 lah'
Dan aku
tertegun, yap benar sekali. Aku jatuh kembali dengan cara yang berbeda, aku
melihat kapur sebagai dia seorang kapur. Tak pernah kukaitkan dengan bakwan
basi lagi. Dan saat itu juga, I am totally move on.
Susan:'yang lo
keluhin dari kapur adalah dia ga seintens bakwan basi dalam hal ngehubungin lo.
Selebihnya ga ada yang dibandingin'
Aku:'iya ya? it
means I am totally move on' *nyengir*
Oh God, thanks
for this feeling, tapi kenapa musti gini jalan ceritanya? Hiks
haaaaay
haaaay bloggieeeeeee, blog yang sudah lama tidak terjamah karena kesibukan dan hal lainnya. hei my B, aku sudah jadi anak kosan sekarang, aku banyak cerita, aku masih belum bisa move on dari ugm dan ui, aku yang udah mulai naksir lagi sama orang, aku yang udah cerita suatu rahasia hidupku sama susan, aku yang makin cinta alumni 2012, aku yang makin lucu, aku yang makin ga jelas, aku yang ga sempet sempet bantu skri[psi mbak fitri, aku yang semakin jarang ngobrol sama mbak fitri, aku yan aku yaaaang. aaaaaah begitu banyak, bayangkan satu hari aja itu banyak loh ceritanya apalagi 6 bulan lebih!!!!
HAHAHA. Betewe aku juga udah jarang cerita sama si hejo lepi, kadang kalo terlintas, perlu kutulis atau bahkan aku kebetulan bisa nulis, yah kadang aku nulisnya di hape. Nanti beberapa cerita di hape aku pos deeeh.
aaaaaah aku nemuin kamu lagi blogieeeeeee wkwkwkwkkw :p
HAHAHA. Betewe aku juga udah jarang cerita sama si hejo lepi, kadang kalo terlintas, perlu kutulis atau bahkan aku kebetulan bisa nulis, yah kadang aku nulisnya di hape. Nanti beberapa cerita di hape aku pos deeeh.
aaaaaah aku nemuin kamu lagi blogieeeeeee wkwkwkwkkw :p
kertapati
Aku bersandar disebuah kaca yang tak bisa dibilang bening, namun cukup bersih untuk membuatku nyaman meletakkan kepalaku yang penuh dengan banyak pikiran. Aku sedang berfikir, tentang banyak hal. Perjalananku yang baru setengah jam ini telah memberikan waktu untuk aku berfikir hal macam macam.
Ini perjalanan kali kedua ku ke kota palembang, yang nantinya akan ada perjalanan perjalanan selanjutnya.
Sungguh, dulu aku tak pernah berfikir untuk menuntut ilmu disini bahkan harus kembali naik kereta ke arah utara rumahku.
Namun, kegagalan pilihan pertamaku, membuatku mengubur angan menuntut ilmu di kota gudeg, juga harus menunda pembelajaran bahasa ibuku.
Baru saja aku berbincang via hp dengan calon kakak tingkatku. Pembicaran itulah yang membuatku makin tak bisa tidur bahkan ditengah kereta yang nyaman dan udara sejuk diatas kepala.
Rasa kecewa dan menyesal itu kembali timbul, tak bisa dicegah.
Aku membayangkan jogja, bahkan diperjalananku menuju palembang.
Aku tak tahu, selama beberapa hari yang lalu aku sudah memompa semangat diri sendiri juga mengoptimiskan hati bahwa dimana saja pasti terbaik.
Tapi entahlah, aku hanya butuh waktu untuk mencintai takdir baru ku.
Aku sungguh yakin, bahwa inilah yang terbaik.
Bahwa Allah selalu tempatkan hambanya di tempat yang pantas.
Aku kembali mengingat petuah seseorang tentang bukan dimana sawahnya tapi siapa petaninya, itu motivasi ku saat ini.
Tapi entahlah, aku bahkan masih bisa menangis kini. Menangis bahkan ketika aku kembali berfikir, tentang masa masa beberapa bulan ini.
Ya, penyesalan itu ada.
Tapi aku tak membiarkan air mata itu jatuh, bukankah semua tempat sama saja? Berusahalah hingga kita berhasil, dimanapun tempatnya.
Aku kembali melihat keluar jendela yang gelap. Ya, ini sudah malam.
Dan aku tatkala benci ketika aku tidak bisa tidur diwaktu malam. Karena aku akan berfikir banyak hal.
Sibuk menegatifkan hidup yang sebenarnya sangat indah untuk disyukuri.
Kereta yang tadi selama beberapa menit sempat berhenti, kini mulai berjalan, dan mempercepat lajunya. Begitulah seharusnya aku memandang hidupku kini, pemberhentian tadi hanya boleh memberikanku kesempatan untuk berfikir, bahwa kemarin aku sungguh kecil untuk mimpi yang besar, dan pelan pelan aku harus membuka hati, mata dan pikiranku tentang apa yang sudah ada di depan mata. Tentang masa depanku. Aku harus berlari kencang, meninggalkan semua rasa kekecawan, mendatangi petualangan baru. Mengukir kisah seru. Mencapai mimpi.
Welcome palembang, I'm ready to fight !
repost dari memopad di hape
Ini perjalanan kali kedua ku ke kota palembang, yang nantinya akan ada perjalanan perjalanan selanjutnya.
Sungguh, dulu aku tak pernah berfikir untuk menuntut ilmu disini bahkan harus kembali naik kereta ke arah utara rumahku.
Namun, kegagalan pilihan pertamaku, membuatku mengubur angan menuntut ilmu di kota gudeg, juga harus menunda pembelajaran bahasa ibuku.
Baru saja aku berbincang via hp dengan calon kakak tingkatku. Pembicaran itulah yang membuatku makin tak bisa tidur bahkan ditengah kereta yang nyaman dan udara sejuk diatas kepala.
Rasa kecewa dan menyesal itu kembali timbul, tak bisa dicegah.
Aku membayangkan jogja, bahkan diperjalananku menuju palembang.
Aku tak tahu, selama beberapa hari yang lalu aku sudah memompa semangat diri sendiri juga mengoptimiskan hati bahwa dimana saja pasti terbaik.
Tapi entahlah, aku hanya butuh waktu untuk mencintai takdir baru ku.
Aku sungguh yakin, bahwa inilah yang terbaik.
Bahwa Allah selalu tempatkan hambanya di tempat yang pantas.
Aku kembali mengingat petuah seseorang tentang bukan dimana sawahnya tapi siapa petaninya, itu motivasi ku saat ini.
Tapi entahlah, aku bahkan masih bisa menangis kini. Menangis bahkan ketika aku kembali berfikir, tentang masa masa beberapa bulan ini.
Ya, penyesalan itu ada.
Tapi aku tak membiarkan air mata itu jatuh, bukankah semua tempat sama saja? Berusahalah hingga kita berhasil, dimanapun tempatnya.
Aku kembali melihat keluar jendela yang gelap. Ya, ini sudah malam.
Dan aku tatkala benci ketika aku tidak bisa tidur diwaktu malam. Karena aku akan berfikir banyak hal.
Sibuk menegatifkan hidup yang sebenarnya sangat indah untuk disyukuri.
Kereta yang tadi selama beberapa menit sempat berhenti, kini mulai berjalan, dan mempercepat lajunya. Begitulah seharusnya aku memandang hidupku kini, pemberhentian tadi hanya boleh memberikanku kesempatan untuk berfikir, bahwa kemarin aku sungguh kecil untuk mimpi yang besar, dan pelan pelan aku harus membuka hati, mata dan pikiranku tentang apa yang sudah ada di depan mata. Tentang masa depanku. Aku harus berlari kencang, meninggalkan semua rasa kekecawan, mendatangi petualangan baru. Mengukir kisah seru. Mencapai mimpi.
Welcome palembang, I'm ready to fight !
repost dari memopad di hape
Melankolis
Karena ketemu website orang – orang, aku jadi
sering berkunjung ke blog atau tumblr mereka, mencari hal positif yang
bermanfaat buatku. Dan dari banyaknya blog yang kukunjungi, sepertinya Cuma aku
yang tukang galau di blog.
Hampir semua blog yang kubaca memuat
artikel - artikel yang bermafaat dan itu
membuatku malu, bermafaat disini adalah seperti ’10 tips move on’, ‘tentang
euro 2012’, ‘apa itu bla bla’, heeeey aku jadi beneran malu, isi blog ku hampir
rata – rata curhatan ga penting, dan Cuma kata – kata dimana aku
mengekspresikan diri. Mana ada artikel kayak begituan dan tentunya kasian
sekali orang – orang yang ga dapet ilmu setelah berkunjung ke blog ku *itu pun
jika ada yang mau berkunjung kesana*
Tapi setelah berkunjung ke banyak blog itu,
kau jadi mau membuat sesuatu yang (kuharap) ‘bermanfaat’, yah mungkin ga bakal
kayak artikel, dan ga akan panjang – panjang dnegan bahasa baku dimana – mana.
Aku mau sedikit berbagi tentang ciri – ciri
orang melankolis, sebenernya sifat dasarku bukan melankolis, aku orang koleris
yang sedikit melankolis dan sering banget naksirnya sama orang melankolis.
Sebenernya pengetahuan ini udah banyak dibagi
– bagi sama semua orang, juga sudah banyak yang tahu bahkan mungkin lebih tahu
daripada aku, disini aku ga akan nyeritain orangmelankolis dari ciri – ciri
umumnya, karena sebenernya itu bisa dibaca dari buku 4 tipe kepribadian atau
bisa juga ikut pasis jika mau dibahas tuntas tentang itu.
Aku Cuma mau menceritakannya dari pengalaman
yang aku alami, dari mengamati kebiasaan – kebiasaan kecil orang melankolis.
Aku banyak kenal dengan melankolis, juga
kepribadian – kepribadian lain sebenernya, aku sudah lumayan bisa menebak sifat
seseorang bahkan hanya dari cara berpakaian dan sorot matanya. Itu juga kudapat
dari pasis, karena selain dijelaskan dnegan teori aku benar – benar blajar
praktiknya secara langsung baik didalam sana, maupun yang kuterapkan di luaran
sana. Itu jugalah mengapa anak pasis gemar jadi psikolog (angkatan aku aja
deng), juga mengapa teman – temanku kerap kali menayrankan aku menjadi
psikolog, meskipun pada akhirnya aku memilih menjadi dokter gigi.
Oke, kita mulai dari cara berpakaian mereka,
ga seperti orang sanguin yang pake baju mencolok, atau orang phlegmatis yang
pake baju ‘seadanya’, juga ga speerti orang koleris yang make baju ‘gimana
diperluinnya;, orang melankolis sangat rapih dalam berpakaian, bahkan untuk
memilih pakaian itu, dia bisa sudah merencanakan seminggu sebelum acara itu
diselenggarakan, ia jjuga akan menstrika rapih pakaiannya, tak ada lecek –
lecek, lipatan apalagi noda di bajunya. Oh ya, dia juga paling anti pake baju
ga matching, dia selalu memperhatikan estetika, bahkan bukan hanya estetika
berpakaian. Orang melankolis yang selalu cinta kerapihan.
Kemudian dari sorot mata, (ini bagian yang aku
suka), mereka menatap dengan tatapan sendu, tatapan yang selalu membuat kita
menjawab setiap pertanyaannya, tak ada binar – binar polos lucu seperti orang
sangiuin, juga tatapan datar seperti orang phlegmatis, apalagi sampai tatapan
tajam mengintimidasi seperti orang koleris. Tapi tatapan sendu juga mempesona
itu membuat orang mampu luluh dengan hanya melihat ia menatapnya.
Bukan itu saja yang mempesonakan orang
melankolis, cara jalannya, cara berfikirnya, cara dia melakukan sesuatu yang
selalu gterjadwal membuatnya terlihat lucu kalau ia sudah frustasi dengan
jadwal yang dihancurkan orang lain.
Dari segi sms, orang melankolis kerap kali
membuat 2 atau beberapa titik dibelakangnya loh, juga kerap kali membuat emot
seadanya, emot palsu. Yang kerap kali berlawanan dengan apa yang ia rasakan.
Dari segi pembicaraan, mereka terlalu serius
kawan. Terkadang tak ada humor, yang ada hanya deretan kata baku yang
ditampilkan didpean umum. Meski sebenarnya (mungkin) mereka punya catatan
tersenidir tentang curahan hatinya dengan kalimat yang benar – benar dari hati
mereka.
Dari sikap, mereka manis sekali, meski
cenderung pendiam dan tidak menyenangkan. Ia selalu bersikap sesuai hatinya,
dan pastinya memperhatikan etika dan estetika.
Dari ilmu, mereka punya bannyak ilmu yang tak
ada habisnya untuk digali, mereka cenderung suka membaca.
Oh ya, sikap mempesona lainnya, mereka orang
yang susah sekali move on, mereka setia sekali.
Mereka juga pengamat yang baik, meski tidak
bisa menyampaikannya dnegan baik. Bahkan mereka bisa saja loh mengkritik kita
dalam hati.
Pribadi perfeksionis yang menakjubkan dnegan
kemisteriusannya, yang memikat dengan tatapan dan gerak – geriknya.
postingan nemu di lepi, 2012
Tuesday, July 03, 2012
lelah
Dulu ketika aku melihat sebuah adegan di beberapa drama maupun film tentang kisah yang mensceritakan bahwa salah satu tokohnya, baik itu pemeran utama atau pemeran pembantunya, dijadikan alasan untuk mencapai atau mempertahankan sesuatu atau bahkan alasan penting lainnya yang intinya dia lah alasan tersebut oleh orang tua, kakak, adik, famili lain, teman, pacar atau siapapun orang yang kita sayangi adalah sebuah hal yang sangat romantis. Mengesankan, juga menyenangkan. Tapi ternyata sebuah fantasai kerap kali berbeda dengan dunia yang kita jalani. Sebuah dunia nyata. Betapa sesuatu yang kuanggap romantis ketika itu, sungguh berbeda kini. Ketika aku mengalaminya langsung. Itu bukanlah sesuatu yang romantis. Itu TRAGIS.
Aku mengerti aku bukanlah satu - satunya alasan itu, aku adalah salah satunya. Tapi tetap saja, ketika kau menjadi salah satu alasan sebuah hal besar, sebuah cerita yang menoreh luka buat yang lain, sesuatu hal yang mengungkit banyak hal lainnya, sebuah kejadian yang banyak menuai air mata, sebuah perang tanpa pedang dan hanya sayatan kata, sebuah pelik tak berujung juga saling menutupi, sebuah realita dunia nyata, dan entahlah aku tak mengerti, apapun nama dan kejadian nya itu, ketika kau menjadi SALAH SATU ALASANNYA sungguh bukanlah hal yang menyenangkan. Kau menjadi beban, buat orang yang mempertahankanmu juga orang diluar itu. Aku memang tak pernah tahu awal dari semua cerita yang terjalin, tak pernah benar - benar mengerti dengan kisah yang terukir. Aku tak pernah tahu, bahkan tentang alasan - alasan itu. Aku pun sudah tak tahu bagaimana dan apa yang harus aku lakuakan, apa yang aku rasakan. Bahkan air mata sudah tak sanggup menawar luka, sudah tak dapat menggamparkan perih yang terasa. Aku pernah berbincang dengan salah seorang teman dekatku, tentang keputusasaan, tentang patahnya semangat yang membara, tentang lemahnya diri dan tentang kepercayaan kepada TUHAN. Dia mengatakan, dia bahkan sudah tak sanggup lagi menangis, dia hanya mempu mencurahkan rasa kepada TUHAN, menyerahkan semuanya kepadaNYA, berpasrah diri dan mengharapkan keajaiban dari TUHAN, dia lelah menangis. Sungguh ketika itu aku tak percaya, aku sangsi dengan apa yang dia katakan, aku heran, apa ada sesuatu yang bisa membuat kita lelah menangis. Aku jarang menangis dulu, jaraang sekali. Aku sungguh telihat kokoh tanpa harus menangis, aku percaya tangan - tangan TUHAN akan membantuku tanpa aku harus menangis, aku hanya perlu berdoa dan berusaha. Tapi smeua itu berbeda kini, semua pandangan itu runtuh, dengan banyaknya hal yang aku alami. Aku kerap kali menangis, bukan untuk berkeluh kesah, kadang aku hanya merasa menangis dapat membuatku rileks dengan semua bebankutanpa menghilangkan sedikit pun bebanku, dapat menggambarkan betapa lemahnya aku, juga merasakan rasa syukur akan semua hal yang telah diciptakan Tuhan. Bahwa air mata itu diciptakanNYA untuk kita bersyukur. Semua itu ada gunanya, termasuk air mata. Sungguh, dengan air mata yang akhir - akhir ini sering aku keluarkan, aku tak percaya dengan perbincangan akan dia yang tak mampu lagi menangis. Namun hari ini, dengan semua apa yang aku dengar, dengan semua asumsi yang aku ciptakan, aku lelah menangis, Tuhan maafkanlah aku yang hobi mengeluh ini. Aku tak sanggup berjanji bahkan untuk menjadi anak yang kuat dan menyenangkan. Maafkan aku. Terima kasih Tuhan, untuk semuanya. KAU kerap kali membuatku belajar lebih banyak, berfikir lebih luas, merasakan nikmat yang lebih besar. Terima kasih Tuhan. Maafkan aku, untuk tak pernah bisa menjadi hamba yang pantas. Maafkan aku.
Aku akan menangis untuk banyak hal, untuk banyak pelajaran, menangis sedih ataupun senang. Tapi tidak untuk yang ini Tuhan, maafkan aku. Aku tahu KAU maha mengerti. Semoga kebenaran - kebenaran itu mampu mengikis semua masalah yang ada, mampu menghapus semua luka yang tercipta, mampu membayar semua pengorbanan dan perjuangan, serta mampu mensyukuri bahwa ENGKAU telah memberikan banyak nikmat, kepada mereka, kepada kami. Bukalah kebenaran - kebenaran itu. Aku lelah melihat semua pembenaran dari banyak orang. Semua begitu abu - abu. Hanya tangan - tanganMU lah Tuhan, Hanya ENGKAU yang mampu
Aku mengerti aku bukanlah satu - satunya alasan itu, aku adalah salah satunya. Tapi tetap saja, ketika kau menjadi salah satu alasan sebuah hal besar, sebuah cerita yang menoreh luka buat yang lain, sesuatu hal yang mengungkit banyak hal lainnya, sebuah kejadian yang banyak menuai air mata, sebuah perang tanpa pedang dan hanya sayatan kata, sebuah pelik tak berujung juga saling menutupi, sebuah realita dunia nyata, dan entahlah aku tak mengerti, apapun nama dan kejadian nya itu, ketika kau menjadi SALAH SATU ALASANNYA sungguh bukanlah hal yang menyenangkan. Kau menjadi beban, buat orang yang mempertahankanmu juga orang diluar itu. Aku memang tak pernah tahu awal dari semua cerita yang terjalin, tak pernah benar - benar mengerti dengan kisah yang terukir. Aku tak pernah tahu, bahkan tentang alasan - alasan itu. Aku pun sudah tak tahu bagaimana dan apa yang harus aku lakuakan, apa yang aku rasakan. Bahkan air mata sudah tak sanggup menawar luka, sudah tak dapat menggamparkan perih yang terasa. Aku pernah berbincang dengan salah seorang teman dekatku, tentang keputusasaan, tentang patahnya semangat yang membara, tentang lemahnya diri dan tentang kepercayaan kepada TUHAN. Dia mengatakan, dia bahkan sudah tak sanggup lagi menangis, dia hanya mempu mencurahkan rasa kepada TUHAN, menyerahkan semuanya kepadaNYA, berpasrah diri dan mengharapkan keajaiban dari TUHAN, dia lelah menangis. Sungguh ketika itu aku tak percaya, aku sangsi dengan apa yang dia katakan, aku heran, apa ada sesuatu yang bisa membuat kita lelah menangis. Aku jarang menangis dulu, jaraang sekali. Aku sungguh telihat kokoh tanpa harus menangis, aku percaya tangan - tangan TUHAN akan membantuku tanpa aku harus menangis, aku hanya perlu berdoa dan berusaha. Tapi smeua itu berbeda kini, semua pandangan itu runtuh, dengan banyaknya hal yang aku alami. Aku kerap kali menangis, bukan untuk berkeluh kesah, kadang aku hanya merasa menangis dapat membuatku rileks dengan semua bebankutanpa menghilangkan sedikit pun bebanku, dapat menggambarkan betapa lemahnya aku, juga merasakan rasa syukur akan semua hal yang telah diciptakan Tuhan. Bahwa air mata itu diciptakanNYA untuk kita bersyukur. Semua itu ada gunanya, termasuk air mata. Sungguh, dengan air mata yang akhir - akhir ini sering aku keluarkan, aku tak percaya dengan perbincangan akan dia yang tak mampu lagi menangis. Namun hari ini, dengan semua apa yang aku dengar, dengan semua asumsi yang aku ciptakan, aku lelah menangis, Tuhan maafkanlah aku yang hobi mengeluh ini. Aku tak sanggup berjanji bahkan untuk menjadi anak yang kuat dan menyenangkan. Maafkan aku. Terima kasih Tuhan, untuk semuanya. KAU kerap kali membuatku belajar lebih banyak, berfikir lebih luas, merasakan nikmat yang lebih besar. Terima kasih Tuhan. Maafkan aku, untuk tak pernah bisa menjadi hamba yang pantas. Maafkan aku.
Aku akan menangis untuk banyak hal, untuk banyak pelajaran, menangis sedih ataupun senang. Tapi tidak untuk yang ini Tuhan, maafkan aku. Aku tahu KAU maha mengerti. Semoga kebenaran - kebenaran itu mampu mengikis semua masalah yang ada, mampu menghapus semua luka yang tercipta, mampu membayar semua pengorbanan dan perjuangan, serta mampu mensyukuri bahwa ENGKAU telah memberikan banyak nikmat, kepada mereka, kepada kami. Bukalah kebenaran - kebenaran itu. Aku lelah melihat semua pembenaran dari banyak orang. Semua begitu abu - abu. Hanya tangan - tanganMU lah Tuhan, Hanya ENGKAU yang mampu
Subscribe to:
Comments (Atom)