Tuesday, October 26, 2010

Pemeran utama Vs Pemeran kedua :)

Kenapa setiap cerita harus berakhir dengan bahagianya sang pemeran utama? Adakah kebahagiaan yang tersisa untuk sang pemeran kedua? Karena pada akhirnya sang pemeran kedua hanya bisa tersenyum bahagia meilhat sang pemeran utama bahagia. Setegar itukah dia? Serela itukah dia tak mendapat kebahagiaan yang selalu ia damba? Namun mengertikah mereka akan perasaannya? Adakah yang memerdulikannya? Salahkah dia ditakdirkan jadi pemeran kedua? Ketika semua ia korbankan namun pada akhirnya takdir menentukannya keluar dari sebuah cerita, atau menatap jauh kebahagiaan yang dipinta, atau malah terbuang tanpa ada yang pernah sadar akan pentingnya kehadirannya.
Dari banyaknya film yang ada kenapa tak semua cerita berakhirseperti cerita Dealova atau seperti Novel Bellamore atau mungkin seperti cookies Roti Kacang.
Seperti pada cerita Dealova, ketika Iben lah yang pada akhirnya mendapatkan cinta Karra. Atau seperti Novel Bellamore, ketika Fabiano meninggal dan pada akhirnya tokoh baru mendapatkan kebahagiaan yang ia pinta.
Haruskah mematikan tokoh utama untuk bisa melihat kebahagiaan pemeran kedua? Ataukah pada cerita harus ada tokoh yang musnah?
Atau yang kuinginkan adalah seperti Cookies Roti Kacang, keika pemeran utama sadar bahwa pada akhirnya sesuatu yang rasional lebih penting dari obsesi cinta semata?
yang pada akhirnya penantian pemeran kedua mendapat hadiah istemewa.
Begitulah rahasia dimana kita tak menjadi pemeran utama dalam sebuah cerita.
Mungkin kau tak akan bisa merubahnya, namun pada akhirnya kau pun dengan senyum bahagia dapat mengikhlaskan semuanya :)

No comments:

Post a Comment