Friday, October 29, 2010

kata mbak'e

Sekarang jadi sering banget curhat ama mbak'e, bahkan mbak'e udah tau cerita tentang itutu.
Tapi beliau tidak tau tokohnya, (jangan sampe taulah, entar aja. Gawat itu mah. ahahhaah :P). Mbak'e menyarankan untuk senyum aj :)).
Selain itu kata mbak'e gak boleh geligelian sebelum tingginya nambah 5cm.
*apa banget dah.
Padahal temen temen sekelas lagi sibuk geligelian, parah banget dah.

Thursday, October 28, 2010

uhhuuuhuhuhh

Seperti Pohon yang kokoh menatap langit, menyapa setiap yang terbang disana
Seperti Pohon yang menyibakkan daunnya padamereka disekitarnya, menyadardarkan mereka akan keindahannya
Seperti pohon yang dengan angkuhnya menantang angin sendirian, tanpa berfikir daunnya akan gugur berantakan,
Seperti pohon itukah dirimu? Yang harus dirubuhkan utnuk melihat keadaan akar yang menopang kekokohanmu?
Seperti pohon itukah dirimu?

Wednesday, October 27, 2010

emmmmmmmmmm

waw, semalem mimpi aneh banget dah, mimpiin ibu ***** hehhehe mpe segitu kepikirannya. hahhahah :D
tapi jadi kangen mimpi mimpi biasanya.
hehhehe, biasanya kan mimpi itutu. (astagfirulutuloh)
hai itutu ?

Tuesday, October 26, 2010

DABEYUM

Ketka Jeje mau membakar orang, tahukah anda sipa list teratasnya?
AHAAAAAAAAAAAY, DABEYUM.
OHOHHOOHHHOHH kata Jeje dia kangen jojjo, dan ia ingin membakar dabeyum saat ini juga dan kemudian memasukkannya didalam sumur didekat Lab. Komputer.
Oh dabeyum, begitukah dirimu? Sehingga Jeje begitu 'mencintaimu'dan sangat ingin menggaruk mukamu.
Terimakasih Dabeyum untuk semua yang engakau berikan. Semoga walaupun Jeje tak membakarmu kau tetap terbakar oleh 'cinta' jEJE yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat mendalam.
Silimit ya dabeyum, dadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah :D

Pemeran utama Vs Pemeran kedua :)

Kenapa setiap cerita harus berakhir dengan bahagianya sang pemeran utama? Adakah kebahagiaan yang tersisa untuk sang pemeran kedua? Karena pada akhirnya sang pemeran kedua hanya bisa tersenyum bahagia meilhat sang pemeran utama bahagia. Setegar itukah dia? Serela itukah dia tak mendapat kebahagiaan yang selalu ia damba? Namun mengertikah mereka akan perasaannya? Adakah yang memerdulikannya? Salahkah dia ditakdirkan jadi pemeran kedua? Ketika semua ia korbankan namun pada akhirnya takdir menentukannya keluar dari sebuah cerita, atau menatap jauh kebahagiaan yang dipinta, atau malah terbuang tanpa ada yang pernah sadar akan pentingnya kehadirannya.
Dari banyaknya film yang ada kenapa tak semua cerita berakhirseperti cerita Dealova atau seperti Novel Bellamore atau mungkin seperti cookies Roti Kacang.
Seperti pada cerita Dealova, ketika Iben lah yang pada akhirnya mendapatkan cinta Karra. Atau seperti Novel Bellamore, ketika Fabiano meninggal dan pada akhirnya tokoh baru mendapatkan kebahagiaan yang ia pinta.
Haruskah mematikan tokoh utama untuk bisa melihat kebahagiaan pemeran kedua? Ataukah pada cerita harus ada tokoh yang musnah?
Atau yang kuinginkan adalah seperti Cookies Roti Kacang, keika pemeran utama sadar bahwa pada akhirnya sesuatu yang rasional lebih penting dari obsesi cinta semata?
yang pada akhirnya penantian pemeran kedua mendapat hadiah istemewa.
Begitulah rahasia dimana kita tak menjadi pemeran utama dalam sebuah cerita.
Mungkin kau tak akan bisa merubahnya, namun pada akhirnya kau pun dengan senyum bahagia dapat mengikhlaskan semuanya :)