Dulu ketika aku melihat sebuah adegan di beberapa drama maupun film tentang kisah yang mensceritakan bahwa salah satu tokohnya, baik itu pemeran utama atau pemeran pembantunya, dijadikan alasan untuk mencapai atau mempertahankan sesuatu atau bahkan alasan penting lainnya yang intinya dia lah alasan tersebut oleh orang tua, kakak, adik, famili lain, teman, pacar atau siapapun orang yang kita sayangi adalah sebuah hal yang sangat romantis. Mengesankan, juga menyenangkan. Tapi ternyata sebuah fantasai kerap kali berbeda dengan dunia yang kita jalani. Sebuah dunia nyata. Betapa sesuatu yang kuanggap romantis ketika itu, sungguh berbeda kini. Ketika aku mengalaminya langsung. Itu bukanlah sesuatu yang romantis. Itu TRAGIS.
Aku mengerti aku bukanlah satu - satunya alasan itu, aku adalah salah satunya. Tapi tetap saja, ketika kau menjadi salah satu alasan sebuah hal besar, sebuah cerita yang menoreh luka buat yang lain, sesuatu hal yang mengungkit banyak hal lainnya, sebuah kejadian yang banyak menuai air mata, sebuah perang tanpa pedang dan hanya sayatan kata, sebuah pelik tak berujung juga saling menutupi, sebuah realita dunia nyata, dan entahlah aku tak mengerti, apapun nama dan kejadian nya itu, ketika kau menjadi SALAH SATU ALASANNYA sungguh bukanlah hal yang menyenangkan. Kau menjadi beban, buat orang yang mempertahankanmu juga orang diluar itu. Aku memang tak pernah tahu awal dari semua cerita yang terjalin, tak pernah benar - benar mengerti dengan kisah yang terukir. Aku tak pernah tahu, bahkan tentang alasan - alasan itu. Aku pun sudah tak tahu bagaimana dan apa yang harus aku lakuakan, apa yang aku rasakan. Bahkan air mata sudah tak sanggup menawar luka, sudah tak dapat menggamparkan perih yang terasa. Aku pernah berbincang dengan salah seorang teman dekatku, tentang keputusasaan, tentang patahnya semangat yang membara, tentang lemahnya diri dan tentang kepercayaan kepada TUHAN. Dia mengatakan, dia bahkan sudah tak sanggup lagi menangis, dia hanya mempu mencurahkan rasa kepada TUHAN, menyerahkan semuanya kepadaNYA, berpasrah diri dan mengharapkan keajaiban dari TUHAN, dia lelah menangis. Sungguh ketika itu aku tak percaya, aku sangsi dengan apa yang dia katakan, aku heran, apa ada sesuatu yang bisa membuat kita lelah menangis. Aku jarang menangis dulu, jaraang sekali. Aku sungguh telihat kokoh tanpa harus menangis, aku percaya tangan - tangan TUHAN akan membantuku tanpa aku harus menangis, aku hanya perlu berdoa dan berusaha. Tapi smeua itu berbeda kini, semua pandangan itu runtuh, dengan banyaknya hal yang aku alami. Aku kerap kali menangis, bukan untuk berkeluh kesah, kadang aku hanya merasa menangis dapat membuatku rileks dengan semua bebankutanpa menghilangkan sedikit pun bebanku, dapat menggambarkan betapa lemahnya aku, juga merasakan rasa syukur akan semua hal yang telah diciptakan Tuhan. Bahwa air mata itu diciptakanNYA untuk kita bersyukur. Semua itu ada gunanya, termasuk air mata. Sungguh, dengan air mata yang akhir - akhir ini sering aku keluarkan, aku tak percaya dengan perbincangan akan dia yang tak mampu lagi menangis. Namun hari ini, dengan semua apa yang aku dengar, dengan semua asumsi yang aku ciptakan, aku lelah menangis, Tuhan maafkanlah aku yang hobi mengeluh ini. Aku tak sanggup berjanji bahkan untuk menjadi anak yang kuat dan menyenangkan. Maafkan aku. Terima kasih Tuhan, untuk semuanya. KAU kerap kali membuatku belajar lebih banyak, berfikir lebih luas, merasakan nikmat yang lebih besar. Terima kasih Tuhan. Maafkan aku, untuk tak pernah bisa menjadi hamba yang pantas. Maafkan aku.
Aku akan menangis untuk banyak hal, untuk banyak pelajaran, menangis sedih ataupun senang. Tapi tidak untuk yang ini Tuhan, maafkan aku. Aku tahu KAU maha mengerti. Semoga kebenaran - kebenaran itu mampu mengikis semua masalah yang ada, mampu menghapus semua luka yang tercipta, mampu membayar semua pengorbanan dan perjuangan, serta mampu mensyukuri bahwa ENGKAU telah memberikan banyak nikmat, kepada mereka, kepada kami. Bukalah kebenaran - kebenaran itu. Aku lelah melihat semua pembenaran dari banyak orang. Semua begitu abu - abu. Hanya tangan - tanganMU lah Tuhan, Hanya ENGKAU yang mampu
Space for telling the truth, being a child, looks a weak, achieving the dreams, sharing the experiences, learning from the faults, and remembering you
Tuesday, July 03, 2012
Sunday, July 01, 2012
Juli curhat
Buka laptop maghrib - mabghrin karena lagi ga sholat, tiba - tiba aja pengen buka lagi hadiahnya dian di ulang tahunnya yang ke 17. Pengen baca lagi tulisan yang dibuat bertigaan itu untuk hari spesialnya si ndut itu, dan entah kenapa jadi kangen dengan ndut, bake dan susan. Pengen smsan, tapi entah kena-pa sekarang - sekarang ini nggak begitu minat dengan yang namanya hape, terbukti tadi aja aku kondangan dan kemana mana tanpa HP, 10 jam diluar rumah tanpa HP. Pengen ketemu, main bareng, tapi kayaknya lagi nggak memungkinkan. Tadi sore sepet smsan sama mbake ngoongin pertandingan dini hari nanti, mbake galau au dukung siapa, dan aku tetep setia ngedukung spanyol apapun prediksi orang - orang. Dan aku juga baru sadar bahwa iker casilas itu gantengnya kelebihan dosis, dan meski dia kalah pengalaman dengan Buffon aku yakin dia bisa sama hebatnya atau lebih hebat dari buffon. Apalgi kalo pinalti. Ini kenapa jadi ngoongin bola? Kan mau kangen - kanegnan yang tak bisa tersampaikan. Ngomong kangen, sms aja males. hueehuene, maaf yaaa.
Lanjut yang tadi, aku tadi sempet smsan sama mbake, tiba - tiba berhenti dan sekarang aku nggak tau hapeku ada dimana. Mungkin aku harus pdkt lagi sama orang biar aku rajin pegang hape, megang doang. hueheueh. Aku sekarang lagi sering sakit kepala, ga tau kenapa, mungkin efek makin mendekati hari H.
Diaaaan, pengen cerita banyak, tapi bingung apa yang mau diceritain, juga males buat cerita. Aku sekarang orang yang suka ketemu dibanding sms. Pengen liat ekspresi - ekspresi ngeselin yang bikin tersentuh dan ga tega itu. Hueeee, sini sih. Pengen anbok orang, hahaha.
Susaaaaaaaan, rumah deket aku ini ga main - main kesana, padahal setiap lewat rumahmu pasti ngeliatin rumahmu, ga tau kenapa. Reflek aja. Kemaren liat statusmu tentang optimis kuliah, bikin aku optimis juga. Pengen sms, curhat - curhatan tapi ga jadi. Hueee, kayaknya harus ganti Hp mungkin yaaa, ini mungkin efek bosen sama HP. eeeh tapi kan aku orang yang setia? hahahah
Sebenernya bukan karena HP juga sih, buktinya kemaren aku smsan panjaaaang banget sama diane. Mungkin karena kaliannya yang bikin aku males untuk sms kalian, karena tau bakal panjang ntar cemini cemitunya. Eh tapi apa cuma aku doang yang ngerasa apa emang iya, aku mulai ngerasa jauh dengan kalian, kecuali mbak pit. Aku negrasa udah ga sama lagi, entah bagian mananya. Kayaknya ada jarak gitu diantara kita bertiga, kalo sama mbak pit sih nggak. Malah makin nganeh - nganeh aja. Mbaknya sih ngomongin abang mulu, mana bisa move on gini maaah. Katanya ga setuju sama abang, dan nyuruh cepet dapet yang lain, tapi yang diomongin itu nggak jauh - jauh dari abang. Udah ngomongin dokter jerman juga ujungnya abang lagi abang lagi. Kalo kata afnni sih, ngapain coba kita mikirin orang yang ga mikirin kita? Benar sekali itu ni.
Abis liat buku 100 halaman, entah kenapa aku jadi lebih seneng dnegan kata - kata yang tercipta tanpa untaian kata indah. Justru lebih bagus ketika ngalir gitu aja, tanpa sajak ataupun rima. Bahkan bisa dibilang nggak bagus dalam penataan bahasanya, cuma malah lebih enak dibaca. Lebih ngena. Ga tau sih, mungkin akrena akunya yang lagi kacau, adaaaaaaa aja anehnya.
Sumfeee ini cerita bener - bener ga ada kerangkanya. Kemaren buat cerita tentang diane, itu karena emang aku termasuk deket sama diane, juga karena belakangna ini dia sibuk curhat sama aku. Langsung kepikiran buat bikin tentang mbake, dian sama susan juga. bener bener pengen buat tentang mereka. Sebenernya aku pernah buat yang tentang susan, tapi itu ilang dan ga ada kopiannya. Hilang bersama si biru. Jadi kangen si biruuu uuu uuu. Udah depan laptop, dan ngelanjutin cerita tentang seseorang, bingung mau nyeritain susan dulu dian dulu apa mbake dulu. Susan udah pernah, dian juga bisa dibilang udah pernah termasuk buku 100 halaman itu, jadilah buat yang tentang mbake. Entah kenapa lagsung keram otaknya. Belum sampe jadi setengah halaman aku bingung nerusinnya, awalnya pun aku sampe bingung mau dikasih narasi apa dialog duluan, buka kotak masuk dan liatin sms sms mbake, eh malah tambah bingung mau mulai dimana, karena bisa dibilang salah mengawali, aku jadi stuck ga maju - maju buat ceritanya. akhirnya aku tutup tuh microsoft word, cari ide. Eh malah ngobrak - ngabrik cerita jaman galau setaun ini, karena cerita jaman suram ada di laptop biru yang ilang.
Dan ngebongkar cerita - cerita itu bikin ketawa senyum terharu bahkan mau pingsan #lebaaaay banget.
Mbak, saya ga romantis tau, saya itu lebaaay. BANGET.
Aku ini kok jarang banget pake emot yaaa?
eeeeh penegn banget pulkam bareng diane, pengen tinggal sama bude, penegn maen sama adek adek jogja. PENGEN JADI MAHASISWA UGM!
Lanjut yang tadi, aku tadi sempet smsan sama mbake, tiba - tiba berhenti dan sekarang aku nggak tau hapeku ada dimana. Mungkin aku harus pdkt lagi sama orang biar aku rajin pegang hape, megang doang. hueheueh. Aku sekarang lagi sering sakit kepala, ga tau kenapa, mungkin efek makin mendekati hari H.
Diaaaan, pengen cerita banyak, tapi bingung apa yang mau diceritain, juga males buat cerita. Aku sekarang orang yang suka ketemu dibanding sms. Pengen liat ekspresi - ekspresi ngeselin yang bikin tersentuh dan ga tega itu. Hueeee, sini sih. Pengen anbok orang, hahaha.
Susaaaaaaaan, rumah deket aku ini ga main - main kesana, padahal setiap lewat rumahmu pasti ngeliatin rumahmu, ga tau kenapa. Reflek aja. Kemaren liat statusmu tentang optimis kuliah, bikin aku optimis juga. Pengen sms, curhat - curhatan tapi ga jadi. Hueee, kayaknya harus ganti Hp mungkin yaaa, ini mungkin efek bosen sama HP. eeeh tapi kan aku orang yang setia? hahahah
Sebenernya bukan karena HP juga sih, buktinya kemaren aku smsan panjaaaang banget sama diane. Mungkin karena kaliannya yang bikin aku males untuk sms kalian, karena tau bakal panjang ntar cemini cemitunya. Eh tapi apa cuma aku doang yang ngerasa apa emang iya, aku mulai ngerasa jauh dengan kalian, kecuali mbak pit. Aku negrasa udah ga sama lagi, entah bagian mananya. Kayaknya ada jarak gitu diantara kita bertiga, kalo sama mbak pit sih nggak. Malah makin nganeh - nganeh aja. Mbaknya sih ngomongin abang mulu, mana bisa move on gini maaah. Katanya ga setuju sama abang, dan nyuruh cepet dapet yang lain, tapi yang diomongin itu nggak jauh - jauh dari abang. Udah ngomongin dokter jerman juga ujungnya abang lagi abang lagi. Kalo kata afnni sih, ngapain coba kita mikirin orang yang ga mikirin kita? Benar sekali itu ni.
Abis liat buku 100 halaman, entah kenapa aku jadi lebih seneng dnegan kata - kata yang tercipta tanpa untaian kata indah. Justru lebih bagus ketika ngalir gitu aja, tanpa sajak ataupun rima. Bahkan bisa dibilang nggak bagus dalam penataan bahasanya, cuma malah lebih enak dibaca. Lebih ngena. Ga tau sih, mungkin akrena akunya yang lagi kacau, adaaaaaaa aja anehnya.
Sumfeee ini cerita bener - bener ga ada kerangkanya. Kemaren buat cerita tentang diane, itu karena emang aku termasuk deket sama diane, juga karena belakangna ini dia sibuk curhat sama aku. Langsung kepikiran buat bikin tentang mbake, dian sama susan juga. bener bener pengen buat tentang mereka. Sebenernya aku pernah buat yang tentang susan, tapi itu ilang dan ga ada kopiannya. Hilang bersama si biru. Jadi kangen si biruuu uuu uuu. Udah depan laptop, dan ngelanjutin cerita tentang seseorang, bingung mau nyeritain susan dulu dian dulu apa mbake dulu. Susan udah pernah, dian juga bisa dibilang udah pernah termasuk buku 100 halaman itu, jadilah buat yang tentang mbake. Entah kenapa lagsung keram otaknya. Belum sampe jadi setengah halaman aku bingung nerusinnya, awalnya pun aku sampe bingung mau dikasih narasi apa dialog duluan, buka kotak masuk dan liatin sms sms mbake, eh malah tambah bingung mau mulai dimana, karena bisa dibilang salah mengawali, aku jadi stuck ga maju - maju buat ceritanya. akhirnya aku tutup tuh microsoft word, cari ide. Eh malah ngobrak - ngabrik cerita jaman galau setaun ini, karena cerita jaman suram ada di laptop biru yang ilang.
Dan ngebongkar cerita - cerita itu bikin ketawa senyum terharu bahkan mau pingsan #lebaaaay banget.
Mbak, saya ga romantis tau, saya itu lebaaay. BANGET.
Aku ini kok jarang banget pake emot yaaa?
eeeeh penegn banget pulkam bareng diane, pengen tinggal sama bude, penegn maen sama adek adek jogja. PENGEN JADI MAHASISWA UGM!
Subscribe to:
Comments (Atom)